Abstrak*
Perubahan tata guna lahan berakibat berubah pula validitas dari peta-peta pertanahan yang sudah ada, bukan hal mudah dan murah untuk kita dapat dengan segera memperbaiki kualitas maupun isi peta yang kita punya, sebab untuk hal itu memerlukan biaya yang tidak sedikit, apalagi dengan luasnya wilayah negara kita. Tulisan ini menyajikan klasifikasi penutup lahan yang dilakukan secara digital dengan cara supervised dengan menggunakan software PCI Geomatica ver. 10.1 untuk mengetahui hasil klasifikasi lahan dalam hal pengelompokan pixel-pixel dalam kelas tertentu.
Ada beberapa metode yang digunakan dalam klasifikasi terbimbing (Supervised) yaitu : Metode Multilevelslice (Perallelepiped), Metode jarak terdekat (Minimum Distance), Metode Peluang Maksimum (Maximum Likelihood classifier). Dari hasil pengolahan menggunakan Metode Peluang Maksimum (Maximum Likelihood classifier). Metode ini mempertimbangkan beberapa factor, diantaranya adalah peluang dari suatu pixel untuk dikelaskan ke dalam kelas atau kategori tertentu. Peluang ini sering disebut dengan Prior probability, dapat dihitung dengan menghitung prosentase tutupan lahan pada citra yang akan diklasifikasi. Metode Maximum Likelihood classifier yang paling umum digunakan dan biasanya metode standar dibandingkan dengan kedua metode diatas.
Kata kunci : Penutup Lahan. Maximum Likelihood classifier. Supervised Classification
*Willy WanFebrianta, Jurusan Teknik Geodesi Universitas Diponegoro


